Walk in Wine World…

Taste of Wine

Mencicipi wine adalah pemeriksaan dan evaluasi sensorik wine. Wine terdiri dari senyawa kimia yang mirip atau identik dengan yang ada dalam buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah. Manisnya wine ditentukan oleh jumlah sisa gula dalam wine setelah fermentasi, relatif terhadap keasaman yang hadir dalam wine. Dry wine, misalnya, hanya memiliki sedikit residu gula. Peminum wine yang belum berpengalaman sering cenderung salah merasakan wine yang matang dalam pemrosesannya diidentifikasikan dengan rasa manis, padahal dalam kenyataannya, anggur yang dimaksud  sangat kering.

Masing-masing rasa mungkin juga akan terdeteksi, karena campuran kompleks molekul organik seperti ester dan terpene bahwaterkandung juga jus anggur dalam wine. Tasters (orang yang mencicipi) sering dapat membedakan antara karakteristik rasa anggur tertentu (misalnya, Chianti dan asam ceri) dan rasa yang timbul dari faktor-faktor lain dalam pembuatan anggur, baik disengaja atau tidak. Secara disengaja yang paling khas rasa elemen dalam wine adalah yang dihasilkan oleh penuaan dalam tong kayu ek; cokelat, vanili, atau kopi hampir selalu berasal dari pohon ek dan bukan anggur itu sendiri.

Pisang rasa (isoamyl asetat) adalah produk dari ragi metabolisme, begitu pula aroma busuk seperti berkeringat, lumbung, band-aid (4-ethylphenol dan 4-ethylguaiacol), dan telur busuk (hidrogen sulfida). Beberapa varietals dapat juga memiliki rasa mineral, karena beberapa garam yang larut dalam air (seperti batu kapur), dan diserap oleh anggur.

  • Manis : Rasa manis adalah akibat dari gula dari buah anggur yang tidak terproses dari fermentasi. Rasa manis di deteksi diujung depan lidah. Ini biasanya ditemui dalam beberapa nggur yang di buat dengan style putih, sparkling, dessert wine, dan beberapa red wine (contoh : MV Previldge).
  • Asam : Acid adalah zat asam yang di temui dalam buah anggur sendiri yang digunakan untuk memberi rasa segar. Juga untuk membantu mencegah wine cepat rusak atau spoil. Ada 3 jenis acid yang ditemui di dalam wine, yaitu ; tartaric, lactic (seperti yang ada di susu), dan malic (seperti yang ada di buah apel).
  • Tannin/Sepet : Rasa sepet dan pahit ini di kaitkan dengan tannin yang di temui di kulit, biji, dan batang dari buah anggur. Rasa dari tannin bisa dirasakan di daerah gusi, gigi, dan lidah bagian belakang. Komposisi ini di gunakan untuk menambah body, struktur dan usia pada red wine.
  • Asin : Jarang di rasa secara murni, tapi tercampur dengan rasa yang lain dari buah. Dalam proses pembuatan wine, rasa asin bisa menambah gurih.

Aroma anggur berasal dari senyawa volatil dalam anggur yang dilepaskan ke udara. penguapan senyawa ini dapat dipercepat dengan memutar-mutar gelas anggur atau menyimpan  anggur pada suhu kamar. Untuk anggur merah yang sudah sangat aromatik, seperti Chinon dan Beaujolais, banyak orang lebih suka mereka dingin.

Sumber : wikipedia dan Ponti Young

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s